Burung Berkicau

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

94. ORANG YANG BERWARNA LORENG-LORENG

Kita biasa menggolongkan manusia dalam dua kategori: orang suci dan orang berdosa. Penggolongan itu dilakukan atas dasar angan-angan saja. Sebab, di satu pihak, tidak seorang pun betul-betul tahu, siapa saja yang suci dan siapa saja yang pendosa: kesan lahiriah mudah menipu. Di lain pihak, kita semua, baik yang suci maupun yang berdosa, adalah pendosa.

Seorang pendeta mengajukan pertanyaan ini dalam sebuah kelas: 'Anak-anak, seandainya semua orang baik itu putih dan semua orang jahat itu hitam, kamu akan berwarna apa?'

Si kecil Maria-Yoana menjawab: 'Aku akan menjadi orang yang berwarna loreng-loreng, Pak!'

Begitu juga semua guru, pastor, kiai, haji, bhiksu ... Begitu juga para mahatma, para paus dan santo-santa yang mulia ...

--o000o--

Seseorang mencari gereja yang baik untuk ikut serta beribadat. Kebetulan ia masuk ke sebuah gereja tempat jemaat bersama pendetanya sedang berdoa. Mereka membaca dari sebuah buku doa: 'Kami melalaikan hal-hal yang sebenarnya harus kami lakukan, dan kami melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh kami lakukan.'

Orang itu langsung ikut duduk di situ dan berkata kepada dirinya sendiri dengan perasaan lega: 'Syukur kepada Tuhan! Akhirnya aku menemukan juga kelompok orang yang sama seperti diriku!'

Usaha-usaha untuk menyembunyikan loreng-loreng yang ada pada orang suci kita kadang-kadang berhasil, tetapi usaha itu selalu kurang jujur.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)

 

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team