Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

PENERANGAN BATIN ANAND
 
Anand  adalah murid Buddha yang paling setia. Bertahun-tahun
sesudah  kematian  Buddha,  direncanakan   pertemuan   agung
orang-orang yang sudah mengalami penerangan batin. Satu dari
antara murid-murid pergi untuk memberitahukan hal itu kepada
Anand.
 
Pada  waktu  itu  Anand  sendiri  belum mengalami penerangan
batin,  meskipun  ia  telah  bekerja  sekuat  tenaga  selama
bertahun-tahun.  Maka  ia tidak berhak hadir dalam pertemuan
agung itu.
 
Pada sore hari ketika pertemuan dimulai, ia  belum  menerima
penerangan  batin  itu  sehingga  ia  bertekad  melatih diri
sepanjang malam dan tidak berhenti sebelum ia mencapai  yang
ia  inginkan. Namun yang terjadi hanyalah bahwa ia kehabisan
tenaga.  Kendati  usahanya  yang  begitu  besar,  ia   tidak
menunjukkan kemajuan sedikit pun.
 
Maka  menjelang  fajar,  ia  memutuskan  untuk  berhenti dan
sedikit beristirahat. Dalam keadaan seperti itu,  ketika  ia
sudah  tidak  serakah  lagi,  termasuk  serakah  dalam usaha
menerima penerangan  batin,  ia  meletakkan  kepalanya  pada
sebuah bantal. Dan tiba-tiba ia mengalami penerangan batin.
 
Kata  sungai kepada orang yang mencari: "Apakah orang memang
sungguh harus resah mengenai penerangan batin? Ke  mana  pun
saya berbelok, saya pulang menuju rumah."
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team