Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

BAHARUDIN MENYEMBUNYIKAN MUKJIZAT-MUKJIZATNYA
 
Pada  suatu ketika orang menemui murid seorang Muslim mistik
Baharudin Naqshband dan berkata, "Jelaskan,  mengapa  gurumu
menyembunyikan     mukjizat-mukjizatnya.     Aku     sendiri
mengumpulkan peristiwa-peristiwa, yang membuktikan tak dapat
disangsikan lagi, bahwa ia hadir pada lebih dari satu tempat
pada waktu yang sama, bahwa  ia  menyembuhkan  orang  dengan
kekuatan  doanya, tetapi ia berkata, bahwa itu karya kodrat,
bahwa ia membantu orang dalam  kesusahannya  dan  mengatakan
itu sebagai keuntungan mereka. Mengapa ia berbuat demikian?"
 
"Aku tahu betul apa yang kamu maksud" kata murid, "Sebab aku
sendiri  mengamati  hal-hal  itu.  Dan  kukira,  aku   dapat
menjawab pertanyaanmu itu. Pertama, Guru itu menolak menjadi
pusat perhatian orang banyak. Dan kedua, ia yakin bahwa jika
orang  sudah  menaruh  perhatian pada mukjizat, mereka tidak
berminat lagi belajar sesuatu yang bernilai rohani."
 
                   (DOA  SANG  KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team