Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

"SAYA KALAH DUA DOLAR"
 
Sepasang suami-istri pergi mengunjungi kawannya yang tinggal
di bagian lain suatu negeri dan diajak melihat pacuan  kuda.
Karena terpesona oleh kuda-kuda yang saling mengejar berlari
mengelilingi lapangan pacuan, kedua orang itu sepanjang sore
terus bertaruh sampai akhirnya mereka tinggal mempunyai uang
tidak lebih dari dua dollar.
 
Pada hari berikutnya si  suami  merayu  istrinya  supaya  ia
dibiarkan  pergi ke tempat pacuan sendiri. Pada pertandingan
yang pertama ada kuda yang taruhannya lima  puluh  dibanding
satu.  Ia  memasang taruhannya dan menang. Ia mempertaruhkan
seluruh  uangnya  pada  lomba  berikutnya  dan  sekali  lagi
menang. Sepanjang sore ia bertaruh dan berhasil mengumpulkan
lima puluh tujuh ribu dollar.
 
Dalam perjalanan pulang ke rumah ia melewati  sebuah  tempat
judi.  Suatu suara dari dalam yang kedengarannya sama dengan
suara yang telah mendorongnya untuk  memilih  kuda  taruhan,
rasanya berkata, "Berhentilah di sini dan masuklah." Maka ia
berhenti, masuk dan berdiri di depan meja rulet.  Suara  itu
berkata,  "Nomor  tiga  belas."  Orang  itu  menaruh seluruh
limapuluh tujuh ribu dollar yang ia miliki pada  nomor  tiga
belas.  Roda berputar. Bandar judi mengumumkan, "Nomor empat
belas."
 
Maka orang itu pulang ke rumah dengan  kantong  sama  sekali
kosong.   Istrinya   menyapanya   dari  beranda,  "Bagaimana
jadinya?"
 
Suaminya mengangkat bahu dan berkata, "Yang dua dollar  juga
amblas."
 
Coba   pikirkanlah  Engkau  tidak  pernah  kehilangan  lebih
daripada itu apa pun yang kauhilangkan.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team