Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

BAGAIMANA BUDDHA MENEMUKAN JALAN TENGAH
 
Ketika  Buddha  pertama  kali  mulai pencarian batinnya, ia
melakukan banyak matiraga.
 
Ia duduk bermeditasi di bawah pohon.  Pada  suatu  hari  dua
orang  pemain  musik lewat dekat pohon itu. Yang satu sedang
berbicara dengan yang lain, "Jangan menyetel  senar  sitermu
terlalu  kuat,  nanti putus. Jangan juga memasangnya terlalu
lembek, nanti tidak dapat berbunyi.  Setellah dengan  ukuran
tengah-tengah."
 
Kata-kata  itu  sangat  kuat  menyentuh  hati Buddha, sampai
mengubah seluruh cara pendekatan hidup  batinnya.  Ia  yakin
bahwa  kata-kata  itu ditujukan kepadanya. Sejak saat itu ia
berhenti dari matiraganya yang  keras  dan  mulai  mengikuti
jalan  yang  mudah  dan  ringan,  yaitu  jalan  keugaharian.
Pendekatannya ke arah penerangan batin disebut Jalan Tengah.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team