Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

KEHENDAK RAMA
 
Di suatu desa di India, hiduplah seorang penenun yang sangat
saleh. Sepanjang hari ia mengucapkan nama Allah, dan  secara
diam-diam   orang   percaya  kepadanya.  Setiap  kali  hasil
tenunannya sudah cukup  banyak,  ia  pergi  ke  pasar  untuk
menjualnya.  Kalau  di  pasar  ia  ditanya  mengenai  harga
sehelai kain, ia menjawabnya begini:  "Atas  kehendak  Rama,
harga  benang  35 sen; ongkos kerja 10 sen; keuntungan, atas
kehendak Rama, 4 sen. Jadi atas kehendak Rama, harga kain 49
sen."  Orang begitu percaya kepadanya, sehingga mereka tidak
pernah tawar-menawar dengannya. Mereka membayar  saja  harga
yang dimintanya dan mengambil barangnya.
 
Penenun  itu  mempunyai kebiasaan, kalau malam pergi ke kuil
desa, untuk mengidungkan pujian bagi  Allah  dan  memuliakan
nama-Nya.  Pada  suatu  malam, ketika ia sedang mengidungkan
pujian,  segerombolan  perampok  masuk.  Mereka  membutuhkan
seseorang   untuk   membawakan  barang-barang  hasil  curian
mereka,  maka  mereka  berkata,  "Mari,  ikut  kami."  Tanpa
melawan   penenun   itu   mengikuti  mereka  sambil  membawa
barang-barang di atas kepalanya. Namun  segera  saja  polisi
mengejar mereka, dan para perampok itu pun lari. Penenun itu
juga lari, akan tetapi karena  ia  sudah  tua,  dalam  waktu
singkat  polisi  menyusulnya  dan  karena  mereka  menemukan
barang-barang  rampokan  padanya,  mereka  menangkapnya  dan
memasukkannya ke dalam penjara.
 
Pagi  berikutnya,  ia  dihadapkan  kepada  hakim dan didakwa
merampok. Ketika hakim menanyakan kepadanya apa yang Akan ia
katakan,  ia menjawab, "Yang Mulia, atas kehendak Rama, tadi
malam saya selesai makan malam,  atas  kehendak  Rama,  saya
pergi ke kuil, untuk menyanyikan pujian baginya. ketika itu,
atas kehendak Rama, segerombolan perampok  masuk  dan,  atas
kehendak  Rama,  meminta saya untuk membawakan barang-barang
mereka. Mereka menumpangkan beban yang begitu berat di  atas
kepala  saya, sehingga ketika polisi mengejar, atas kehendak
Rama dengan mudah saya ditangkap. Lalu, atas kehendak  Rama,
saya  ditahan dan dimasukkan ke dalam penjara. Dan pagi ini,
saya berdiri di hadapan Yang Mulia, atas kehendak Rama."
 
Hakim berkata kepada polisi, "Biarkanlah  orang  ini  pergi.
Jelas ia tidak waras."
 
Sesampai  di  rumah,  ketika ditanya mengenai apa yang telah
terjadi, penenun saleh itu  berkata,  "Atas  kehendak  Rama,
saya  ditahan  dan  diadili di pengadilan. Dan atas kehendak
Rama, saya dibebaskan."
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team