Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

SATU KAKI DIJULURKAN KELUAR LINGKARAN
 
... banyak yang tidak bersungguh-sungguh ...
 
Sepasang  pengantin  yang sedang berbulan madu sedang menuju
ke tempat tidur di  hotel  mereka  ketika  seorang  perampok
bertopeng masuk ke kamar mereka. Perampok itu membuat sebuah
lingkaran di lantai dengan  sebuah  kapur,  memberi  isyarat
kepada  sang  suami  dan berkata, "Berdiri di lingkaran ini.
Kalau engkau keluar dari lingkaran ini, saya  akan  menembak
kepalamu."
 
Sementara  sang  suami  berdiri  di  tempatnya, perampok itu
mengambil semua barang yang dapat ia bawa dan  memasukkannya
ke   dalam  kantong.  Ketika  ia  hendak  pergi  ia  melihat
pengantin putri yang cantik yang hanya  terbungkus  selembar
kain.   Ia   menghampirinya,   membunyikan  radio,  berdansa
dengannya,  memeluk  dan  menciuminya  -  dan  hampir   saja
memperkosanya   seandainya   pengantin   putri   itu   tidak
melawannya dengan berani.
 
Ketika akhirnya perampok  itu  pergi,  pengantin  putri  itu
memandang suaminya dan berteriak, "Lelaki macam apa kau! Kau
hanya diam terpaku  di  tengah-tengah  lingkaran  dan  tidak
melakukan sesuatu pun sementara saya hampir saja diperkosa!"
 
"Tidak  benar kalau saya tidak melakukan sesuatu," protes si
suami.
 
"Apa yang kaulakukan?"
 
"Saya menentang perintahnya.  Setiap  kali  ia  membelakangi
saya, saya mengeluarkan kaki saya dari lingkaran!"
 
Bahaya  yang  siap kita hadapi adalah bahaya yang dapat kita
hadapi dari jarak yang aman.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team