Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

MEMANDANGI LUBANG
 
Seorang  kikir  menyembunyikan  emas  di  bawah  pohon dalam
tamannya. Setiap minggu  ia  menggalinya  dan  memandanginya
berjam-jam.  Pada suatu hari seorang pencuri menggalinya dan
membawanya lari. Ketika  si  kikir  itu  datang  lagi  untuk
memandangi  harta  kekayaannya,  yang  ia  temukan  hanyalah
lubang yang kosong.
 
Orang  itu  mulai  meraung-raung  karena   sedih,   sehingga
tetangga-tetangganya datang berlarian untuk melihat ada apa.
Ketika mereka tahu masalahnya,  salah  seorang  dari  antara
mereka  bertanya.  "Apakah  engkau  sudah pernah menggunakan
emas itu?"
 
"Belum," kata si kikir.  "Saya  hanya  memandanginya  setiap
minggu."
 
"Baiklah, kalau demikian," kata tetangga itu, "demi kepuasan
yang sudah diberikan oleh emas itu, engkau dapat juga datang
setiap minggu untuk memandangi lubang itu."
 
Kita  menjadi  kaya  atau  miskin  tidak  karena uang tetapi
karena kemampuan kita untuk bergembira. Berjuang keras untuk
mencari   kekayaan   dan  tidak  mempunyai  kemampuan  untuk
bergembira sama  dengan  orang  botak  yang  berjuang  untuk
mengumpulkan sisir.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team