Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

KEBINGUNGAN MUSA
 
Diceritakan bahwa  sebelum  memimpin  bangsanya  dari  tanah
Mesir,   Musa   belajar   pada   seorang  Guru  besar  untuk
mempersiapkan diri menjadi seorang  nabi.  Disiplin  pertama
yang  diwajibkan  oleh  sang Guru kepada Musa adalah "diam."
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan dan Musa begitu
terpesona  oleh keindahan alam, sehingga mudah baginya untuk
diam. Akan tetapi ketika mereka sampai pada  tebing  sungai,
ia melihat seorang anak yang tenggelam di tepi yang lain dan
ibunya berteriak-teriak minta tolong.
 
Musa tidak dapat tetap diam melihat hal seperti itu. "Guru,"
katanya,   "tidak  dapatkah  Guru  melakukan  sesuatu  untuk
menyelamatkan anak itu?" "Diam!" kata Gurunya. Musa  menahan
nafas.
 
Akan  tetapi  hatinya terusik. Ia berpikir, "Sungguhkah Guru
saya ini orang yang berhati  keras,  tidak  punya  perasaan?
Tidak kuasakah ia menolong orang-orang yang membutuhkan?" Ia
takut mempunyai pikiran yang tidak  baik  mengenai  Gurunya,
tetapi ia juga tidak dapat mengusirnya.
 
Dalam  perjalanan  itu  mereka  sampai  ke  pantai  laut dan
melihat  sebuah  perahu  tenggelam  bersama  dengan  seluruh
awaknya.  Musa berkata, "Guru, lihat! Perahu itu tenggelam!"
Sekali lagi  Gurunya  menyuruhnya  untuk  memegang  disiplin
diam. Maka Musa tidak berbicara lagi.
 
Namun  hatinya  sangat  tidak tenang, sehingga ketika mereka
sampai ke rumah kembali, Musa membicarakan  hal  itu  dengan
Allah  yang berkata kepadanya, "Gurumu benar. Anak yang tadi
tenggelam  adalah  anak  yang  akan  menyebabkan  kebinasaan
beratus-ratus  ribu orang. Malapetaka ini dihindarkan dengan
tenggelamnya.  Perahu  yang  tenggelam  itu   diawaki   oleh
bajak-bajak laut yang merencanakan untuk pergi ke suatu kota
di pinggir pantai untuk menjarah dan merampas serta membunuh
orang-orang yang tak bersalah dan cinta damai."
 
Pelayanan  merupakan  suatu  kebajikan  hanya kalau disertai
kebijaksanaan.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team