Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

MANGKUK EMAS MILIK NAGARJUNA
 
Nagarjuna,  seorang  buddha  suci  yang  agung, ke mana-mana
pergi    hampir    telanjang    hanya    terbungkus     kain
compang-camping.  Anehnya  ia juga membawa mangkuk dari emas
yang diberikan  kepadanya  oleh  raja  yang  pernah  menjadi
muridnya untuk tempat minta-minta.
 
Pada  suatu  malam  ketika  ia  hendak membaringkan diri dan
tidur di antara reruntuhan sebuah biara tua, ia melihat  ada
seorang  pencuri yang bersembunyi di balik sebuah tiang. "Ke-
sini, ambillah  ini,"  kata  Nagarjuna  sambil  mengacungkan
mangkuk   yang  biasa  dipakai  untuk  minta-minta.  "Dengan
demikian engkau tidak akan mengganggu saya pada  waktu  saya
sudah tertidur."
 
Dengan  senang  hati  pencuri  itu  merebut  mangkuk itu dan
pergi. Esok paginya ia kembali  dengan  mangkuk  itu  dengan
suatu  permohonan.  Ia  berkata,  "Ketika  engkau melepaskan
mangkuk ini dengan hati yang begitu bebas tadi malam, engkau
membuat  saya  merasa  begitu  miskin.  Ajarilah  saya untuk
memperoleh kekayaan yang menumbuhkan  ketidakterikatan  hati
yang begitu bebas."
 
Tidak  seorang  pun  dapat  merebut dari padamu hal yang tak
pernah engkau rebut bagi dirimu sendiri.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team