Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

NELAYAN MENJADI ORANG SUCI
 
Pada suatu malam seorang nelayan menyelinap di  kebun  orang
kaya  dan  menebarkan  jalanya  dalam  kolam  penuh ikan. Si
pemilik mendengarnya dan menyuruh peronda mengejar dia.
 
Ketika melihat orang banyak mencari dia ke mana-mana  dengan
obor  menyala,  si  nelayan  cepat-cepat  melumasi  tubuhnya
dengan debu dan duduk  di  bawah  pohon,  seperti  kebiasaan
orang-orang suci di India.
 
Pemilik dengan para perondanya tidak bisa menemukan pencuri,
meskipun dicari sampai lama. Yang  ditemukan  hanya  seorang
suci,  berlumuran  debu duduk di bawah pohon tenggelam dalam
renungan.
 
Hari berikutnya tersiar kabar di  mana-mana,  bahwa  seorang
bijak  agung bermaksud tinggal menetap di halaman orang kaya
tadi. Orang berdatangan membawa bunga  dan  buah-buahan  dan
makanan,  dan  bahkan  banyak uang untuk menyampaikan hormat
bakti, karena ada kepercayaan bahwa  derma,  yang  diberikan
kepada orang suci, menurunkan berkat Tuhan kepada pemberi.
 
Si  nelayan  jadi  orang bijaksana, heran akan nasibnya yang
baik.  "Lebih   gampang   cari   nafkah   dari   kepercayaan
orang-orang  ini  daripada  bekerja  tangan," katanya kepada
dirinya. Maka  ia  terus  merenung-renung  dan  tidak  ingin
kembali bekerja lagi.
 
                   (DOA  SANG  KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team