Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

NONOKO DAN PENCURI
 
Nonoko adalah seorang Guru Zen tua  yang  hidup  sendiri  di
salah  satu  pondok  di kaki sebuah gunung. Pada suatu malam
ketika ia sedang  bermeditasi,  masuklah  seorang  asing  ke
dalam  pondoknya  sambil  mengacungkan  pedang  ke  arahnya,
meminta  uangnya.  Nonoko  tidak  menghentikan   meditasinya
sementara  ia berkata kepada orang itu: "Semua uang saya ada
di dalam mangkuk pada rak di atas sana. Ambillah semua  yang
kauinginkan,  tetapi  sisakan  lima  yen  untuk saya. Minggu
depan saya harus membayar pajak."
 
Orang asing itu mengambil semua uang yang  ada  di  dalamnya
dan  mengembalikan  lagi  lima  yen  ke  dalamnya.  Ia  juga
mengambil jambangan yang sangat berharga  yang  terletak  di
rak.
 
"Bawalah  jambangan  itu  dengan  hati-hati,"  kata  Nonoko.
"Jambangan itu mudah pecah."
 
Orang asing itu sekali lagi melihat sekeliling ruangan kecil
yang kosong dan akan segera pergi.
 
"Engkau belum mengucapkan terima kasih," kata Nonoko.
 
Orang itu mengucapkan terima kasih dan pergi.
 
Hari  berikutnya seluruh desa ribut. Banyak orang mengatakan
bahwa mereka dirampok. Seseorang melihat jambangan tidak ada
lagi  pada rak di dalam pondok Nonoko dan bertanya apakah ia
pun menjadi kurban perampokan. "Tidak," kata  Nonoko.  "Saya
memberikan   jambangan  itu  kepada  seorang  asing,  dengan
sejumiah uang. Ia mengucapkan terima kasih kepada  saya  dan
pergi.  Ia seorang yang menyenangkan, hanya sedikit sembrono
dengan pedangnya!"
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team