Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

ORANG MATI TIDAK BICARA
 
Mamiya  menjadi  seorang  Guru  Zen  yang terkenal. Namun ia
harus belajar Zen melalui jalan yang sulit. Ketika ia  masih
menjadi  murid  Gurunya  minta  kepadanya  untuk menerangkan
suara satu tangan yang bertepuk.
 
Mamiya mengusahakan segala-galanya, sedikit makan dan  tidur
supaya  ia  dapat memberikan jawaban yang benar. Akan tetapi
Gurunya tidak pernah merasa puas. Bahkan pada suatu hari  ia
berkata kepadanya, "Engkau tidak cukup bekerja keras. Engkau
terlalu  suka  bersenang-senang;  terlalu   terikat   kepada
hal-hal  yang  baik  dalam  hidup  ini; bahkan terlalu ingin
menemukan jawaban secepat mungkin. Mungkin lebih baik  kalau
engkau mati."
 
Saat lain ketika menghadap Gurunya, Mamiya melakukan sesuatu
yang mentakjubkan, ketika diminta  untuk  menerangkan  suara
satu  tangan  yang bertepuk, ia menjatuhkan diri dan tinggal
diam seolah-olah ia sudah mati.
 
Kata Guru, "Baik. Jadi engkau mati. Tetapi bagaimana  dengan
suara satu tangan yang bertepuk?"
 
Sambil  membuka  matanya, Mamiya menjawab, "Saya belum dapat
memecahkan masalah yang satu itu."
 
Mendengar itu Gurunya berteriak marah,  "Tolol!  Orang  mati
tidak berbicara. Pergi!"
 
Mungkin  engkau  tidak  mengalami  penerangan  batin,  namun
sekurang-kurangnya engkau dapat konsisten.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team