Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

PEDULI [APA]
 
Setiap  bulan  sang  murid  dengan setia mengirimkan laporan
mengenai kemajuan rohaninya kepada sang Guru.
 
Pada bulan pertama ia menulis, "Saya merasakan berkembangnya
kesadaran  dan  mengalami  kesatuan  saya dengan alam." Sang
Guru melihat sekilas catatan itu dan membuangnya.
 
Inilah yang ia katakan pada bulan berikutnya, "Akhirnya saya
menemukan  bahwa  yang ilahi hadir di dalam segala sesuatu."
Tampaknya sang Guru kecewa.
 
Dalam suratnya yang ketiga murid itu dengan  penuh  semangat
menerangkan   "Rahasia  Yang  Satu  dan  yang  banyak  sudah
dinyatakan di hadapan pandangan saya yang penuh  kekaguman."
Sang Guru menguap.
 
Surat  berikutnya  berkata,  "Tidak  seorang pun dilahirkan,
tidak seorang pun yang hidup dan  tidak  seorang  pun  mati,
karena   diri   sejati  tidak  ada."  Sang  Guru  mengangkat
tangannya tanda kecewa.
 
Satu  bulan  lewat,  dua  bulan  dan  kemudian  lima  bulan,
kemudian  satu  tahun. Sang Guru berpikir, sekarang waktunya
untuk mengingatkan muridnya akan  tugasnya  memberi  laporan
mengenai  kemajuan  rohaninya.  Sang murid membalas, "Peduli
apa?" Ketika Sang Guru membaca kata-kata itu, tampak seluruh
wajahnya   diliputi   rasa  puas.  Ia  berkata,  "Syukurlah,
akhirnya ia sampai."
 
Bahkan keinginan yang terlalu besar  akan  kebebasan  adalah
belenggu.  Adakah engkau pernah sungguh merasa bebas, sampai
engkau tidak peduli lagi apakah  engkau  bebas  atau  tidak?
Hanya  orang-orang  yang  sudah  sampai yang sungguh-sungguh
bebas.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team