Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

    PERINTIS ILMU
    
    Sesudah  bertahun-tahun  bekerja,  seorang   perintis   ilmu
    menemukan  seni  membuat api. Ia membawa alat-alatnya menuju
    ke daerah utara yang penuh salju dan mengajar kepada suku di
    sana  seni  membuat  api  itu-dan  keuntungan-keuntungannya.
    Orang menjadi begitu senang akan hal baru ini, hingga mereka
    tidak  berpikir  untuk berterimakasih kepada si penemu, yang
    pada suatu hari dengan diam-diam pergi.
    
    Karena ia  itu  salah  satu  orang  istimewa  yang  memiliki
    kebesaran,  maka  ia  tidak punya keinginan diperingati atau
    dihormati. Yang dicari melulu kepuasan karena tahu bahwa ada
    orang yang diuntungkan oleh penemuannya.
    
    Suku kedua yang dikunjunginya, sama besar keinginannya untuk
    belajar seperti suku yang pertama. Tetapi imam-imam setempat
    karena  iri  hati  terhadap  orang baru yang menguasai umat,
    telah membunuh dia. Untuk menyingkirkan semua dugaan tentang
    kejahatan itu, mereka membuat gambar Sang Penemu Agung, yang
    di pasang pada altar besar di  dalam  kuil,  dan  ditetapkan
    suatu upacara, hingga namanya akan dihormati dan kenangannya
    tetap hidup. Perhatian besar  dicurahkan,  agar  tidak  satu
    peraturan  upacara  pun  akan  diubah  atau dilewatkan. Alat
    untuk membuat api disimpan dalam peti dan dikatakan  memberi
    kesembuhan  kepada  semua  yang  menyentuhnya  dengan  penuh
    kepercayaan.
    
    Imam Agung sendiri mengambil  tugas  untuk  menyusun  sebuah
    buku  tentang riwayat Hidup Sang Penemu. Dalam buku suci ini
    kelembutannya yang penuh  cinta  disajikan  sebagai  teladan
    untuk   ditiru   oleh  semua,  perbuatan-perbuatan  agungnya
    dipuji, kodratnya yang melebihi manusia  dijadikan  syahadat
    iman.  Para  imam  menjaga, agar Buku suci diwariskan kepada
    generasi mendatang, sedang  dengan  kuasa  ditafsirkan  arti
    kata-kata  dan  makna  hidup dan perbuatannya yang suci. Dan
    tanpa ampun mereka menghukum  mati  atau  mengucilkan  orang
    yang   menyimpang   dari   ajaran  mereka.  Terpancang  pada
    tugas-tugas agama tadi, rakyat pun  lupa  sama  sekali  akan
    seni membuat api.
    
    (DOA  SANG  KATAK 1, Anthony de Mello SJ, Penerbit Kanisius,
    Cetakan 12, 1996)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team