Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

PUTERA MAHKOTA YANG PANDIR
 
Karena  Putra  Mahkota  kurang  pandai,  Raja  mempekerjakan
seorang  guru  pribadi  yang khusus buatnya. Pelajaran mulai
dengan penjelasan yang teliti mengenai dalil pertama Euclid.
 
"Apakah sudah jelas, Sri Paduka?" tanya sang guru.
 
"Belum," kata Putra Mahkota.
 
Lalu  sang  guru  mengulangi  lagi  menjelaskan  dalil  itu.
"Apakah sekarang sudah jelas?"
 
"Belum," kata Putra Mahkota.
 
Sekali  lagi sang guru menjelaskan dalil tadi - tanpa hasil.
Sesudah sepuluh kali ia menjelaskan dan  Putra  Mahkota  itu
tetap  saja  belum menangkap dalil itu, guru yang malang itu
menangis. "Percayalah pada saya Baginda," tangisnya,  "Dalil
ini benar dan inilah cara dalil itu dibuktikan. "
 
Mendengar  itu  Putra  Mahkota  berdiri  dan  berkata sambil
membungkuk hormat, "Guru, saya percaya penuh akan yang  anda
katakan.  Maka kalau anda menjelaskan bahwa dalil itu benar,
dengan sepenuh hati saya menerimanya. Satu-satunya yang saya
sesalkan,  anda  tidak meyakinkan saya lebih cepat, sehingga
kita dapat meneruskan dengan dalil yang kedua tanpa membuang
banyak waktu."
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team