Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

PUTRA SEORANG RABBI MENJADI KRISTEN
 
Rabbi  Abraham  hidup  sebagai  teladan.  Dan  ketika   tiba
waktunya,  ia  meninggalkan  dunia ini, diiringi puji berkat
jemaahnya, yang telah menganggap dia sebagai orang suci  dan
sumber  penyebab utama semua berkat, yang mereka terima dari
Tuhan.
 
Tidak lain di seberang sana, sebab  para  malaikat  keluarga
menyongsong  dia  dengan  sambutan puji-pujian. Selama pesta
itu rabbi nampak menunduk dan sedih. Ia memegang  kepala  di
tangannya  dan  tidak  mau  dihibur.  Ia  akhirnya dibawa di
hadapan  Tahta  Pengadilan,  di  mana  ia  merasa   diliputi
Cintakasih  agung  yang  tanpa  batas dan ia mendengar Suara
lembut-mesra tiada taranya  berkata,  "Apakah  yang  membuat
engkau sedih, putraku?"
 
"Tuhan  Yang  Tersuci,"  jawab  rabbi, "Aku tidak layak akan
semua kehormatan, yang dilimpahkan  padaku  ini.  Meski  aku
dianggap teladan bagi umat, tentu ada sesuatu yang keliru di
dalam hidupku, sebab anakku tunggal, tak perduli teladan dan
ajaranku,  meninggakan  kepercayaan kami dan menjadi seorang
Kristen."
 
"Jangan  ini  merisaukan  engkau,  anakku.  Aku  tahu  betul
bagaimana perasaanmu, sebab aku punya anak, yang berbuat hal
yang sama."
 
                   (DOA  SANG  KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team