Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

"YANG PUTIH ATAU YANG HITAM?"
 
Seorang gembala sedang menggembalakan dombanya. Seorang yang
lewat  berkata,  "Engkau mempunyai kawanan domba yang bagus.
Bolehkan  saya  mengajukan   beberapa   pertanyaan   tentang
domba-domba  itu?"  "Tentu,"  kata  gembala  itu.  Orang itu
berkata, "Berapa jauh domba-dombamu berjalan  setiap  hari?"
"Yang  mana, yang putih atau yang hitam?" "Yang putih." "Ah,
yang putih berjalan sekitar  enam  kilometer  setiap  hari."
"Dan yang hitam?" "Yang hitam juga."
 
"Dan  berapa  banyak rumput mereka makan setiap hari?" "Yang
mana, yang putih atau yang hitam?" "Yang putih."  "Ah,  yang
putih makan sekitar empat pon rumput setiap hari." "Dan yang
hitam?" "Yang hitam juga."  "Dan  berapa  banyak  bulu  yang
mereka  hasilkan  setiap tahun?" "Yang mana, yang putih atau
yang hitam?" "Yang putih." "Ah menurut perkiraan saya,  yang
putih  menghasilkan sekitar enam pon bulu setiap tahun kalau
mereka dicukur." "Dan yang hitam?" "Yang hitam juga."
 
Orang  yang  bertanya  menjadi  penasaran.  "Bolehkah   saya
bertanya,  mengapa  engkau  mempunyai  kebiasaan  yang aneh,
membedakan dombamu menjadi domba putih dan hitam setiap kali
engkau  menjawab pertanyaanku?" Gembala itu menjawab, "Tentu
saja. Yang putih adalah milik saya." "Ooo, dan yang  hitam?"
"Yang hitam juga," kata gembala itu.
 
Pikiran manusia membuat pemisahan-pemisahan yang bodoh, yang
oleh Sang Kasih dilihat sebagai satu.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team