Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

SEBIDANG TANAH MILIK SEORANG QUAKER
 
Seorang  Quaker  memasang  sebuah  pengumuman  di atas tanah
kosong dekat rumahnya: TANAH INI AKAN DIBERIKAN KEPADA SIAPA
SAJA YANG SUNGGUH TELAH KESAMPAIAN."
 
Seorang  petani kaya yang lewat di tempat itu berhenti untuk
membaca pengumuman itu dan berkata kepada  dirinya  sendiri,
"Karena kawanku si Quaker itu telah siap melepaskan sebidang
tanah  itu,  mungkin  baik  kalau  saya  memintanya  sebelum
didahului  oleh orang lain. Saya seorang kaya yang mempunyai
segala  sesuatu  yang  saya  butuhkan,  jadi  saya  memenuhi
syarat."
 
Dengan  itu  ia  mengetuk  pintu dan mengemukakan maksudnya.
"Adakah tuan sungguh-sungguh telah 'sampai '?"  kata  Quaker
itu.
 
"Sungguh,  karena  saya  mempunyai  segala sesuatu yang saya
butuhkan."
 
"Kawan," kata Quaker  itu,  "Kalau  tuan  sudah  kesampaian,
mengapa tuan menginginkan tanah itu?"
 
Sementara  orang lain berusaha keras mencari kekayaan, orang
yang sudah  mengalami  penerangan  batin,  yang  sudah  puas
dengan yang ada padanya, memiliki tanpa berjuang keras.
 
Karena  merasa  puas dengan yang sedikit mereka kaya seperti
raja-raja.  Raja  sendiri  adalah   seorang   miskin   kalau
kerajaannya tidak cukup baginya.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team