Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

RAJAWALI DAN AYAM
 
Karena  satu  dan  lain  hal  sebutir  telor burung rajawali
akhirnya sampai ke pojok suatu  gudang  tempat  seekor  ayam
sedang  mengerami telur-telurnya. Pada waktunya telur burung
rajawali itu menetas bersama telur-telur ayam.
 
Waktu berlalu, anak rajawali  itu  dengan  sendirinya  mulai
mengalami   kerinduan  untuk  terbang,  dan  berkata  kepada
ibunya, sang ayam, "Kapan saya boleh belajar terbang?"
 
Ayam betina yang malang itu menyadari bahwa ia  tidak  dapat
terbang  dan  sama  sekali tidak mempunyai gambaran mengenai
yang dilakukan  oleh  burung-burung  dalam  melatih  terbang
anak-anak  mereka. Namun ia malu mengakui ketidakmampuannya,
dan berkata, "Belum waktunya anakku. Saya  akan  mengajarimu
kalau engkau sudah siap."
 
Bulan  demi bulan berlalu dan burung rajawali muda itu mulai
curiga, ibunya tidak dapat terbang.  Namun  ia  tidak  dapat
merasa  bebas  dan terbang sendiri, karena kerinduannya yang
besar untuk terbang sudah tercampur dengan rasa terima kasih
terhadap burung yang telah menetaskannya.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team