Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

TIGA ORANG BIJAK
 
Tiga  orang  bijak  menempuh perjalanan jauh, sebab meskipun
mereka itu dianggap bijak di negara  sendiri,  mereka  cukup
rendah hati untuk berharap, bahwa perjalanan akan memperluas
pikiran mereka.
 
Mereka  baru  saja  melangkah  ke  perbatasan  masuk  negara
tetangga   ketika  mereka  melihat  gedung  cakar-langit  di
kejauhan.  Apa  kiranya  benda  dahsyat  hebat  ini,  mereka
bertanya  pada  dirinya. Jawaban yang tepat tentunya: Datang
dan selidikilah benda itu apa.  Tetapi  tidak,  mungkin  itu
terlalu berbahaya. Seandainya itu sesuatu yang meletus kalau
orang mendekat? Maka jauh lebih  bijaksana  menentukan  dulu
apa itu sebelum menyelidikinya. Berbagai pandangan diajukan,
diuji dan, atas dasar pengalaman  mereka  yang  sudah-sudah,
ditolak.  Akhirnya  diputuskan,  juga  atas dasar pengalaman
masa silam, yang mereka miliki bertumpah-ruah,  bahwa  benda
tersebut,  entah apa jenisnya, itu hanya bisa ditempatkan di
sana oleh kawanan raksasa.
 
Ini membawa mereka pada kesimpulan, bahwa lebih aman  mereka
menyingkiri  tanah  itu  sama  sekali,  maka  mereka  pulang
kembali setelah menambahkan sesuatu pada khasanah pengalaman
mereka.
 
Renungan
 
Pengandaian    itu   mempengaruhi   Penelitian.   Penelitian
menghasikan  Keyakinan.  Keyakinan  menimbulkan  Pengalaman.
Pengalaman   membuahkan  Tindakan,  yang,  pada  gilirannya,
menguatkan pengandaian.
 
                   (DOA  SANG  KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team