Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

KEBIJAKSANAAN TUKANG RODA
 
Sementara  tukang  roda  sedang  membuat  roda di salah satu
ujung ruangan, Pangeran Huan dari Chi rnembaca buku di ujung
yang lain.
 
Setelah  meletakkan  alat-alat  kerjanya,  tukang  roda  itu
mendatangi Pangeran itu dan bertanya buku apa yang sedang ia
baca.
 
"Buku yang menyimpan kata-kata orang bijak," kata Pangeran.
 
"Apakah  orang-orang  bijak  itu  masih hidup?" tanya tukang
roda.
 
"Tidak," kata Pangeran, "mereka semua sudah mati."
 
"Kalau begitu yang Pangeran baca tidak lebih dari sampah dan
sisa orang-orang yang sudah mati," kata tukang roda itu.
 
"Berani benar kau tukang roda sampai berani menjelekkan buku
yang sedang saya baca!  Pertanggungjawabkanlah  perkataanmu,
kalau tidak kamu harus mati."
 
"Baiklah,"  kata  tukang  roda  itu,  "Saya  akan  berbicara
sebagai tukang roda. Beginilah  saya  melihat  persoalannya:
kalau  saya  sedang membentuk suatu roda, seandainya gerakan
saya terlalu lambat, gerakan itu akan mengores dalam  tetapi
tidak  tetap.  Kalau gerakan saya terlalu cepat, gerakan itu
tetap  tetapi  tidak  menggores  dalam.  Irama  yang  tepat,
artinya  tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, tidak
akan tercapai kalau tidak keluar dari dalam hati. Ini adalah
sesuatu  yang  tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ada
suatu seni di  dalamnya,  yang  tidak  dapat  saya  wariskan
kepada   anak   saya.   Itulah  sebabnya  saya  tidak  dapat
membiarkannya mengambil-alih rekerjaan saya. Maka saya  yang
sekarang  sudah  berumur  tujuh puluh lima tahun masih terus
membuat roda.  Menurut  pendapat  saya  halnya  sama  dengan
orang-orang  yang  sudah  mendahului kita. Semua yang pantas
diwariskan mati bersama dengan kematiannya;  sisanya  mereka
tuliskan   dalam  buku-buku  mereka.  Itulah  sebabnya  saya
berkata bahwa yang sedang Pangeran baca  adalah  sampah  dan
sisa orang-orang yang sudah mati."
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team