|
|
|
|
|
KAMU BOLEH MENANGIS HANYA DI PAROKIMU SENDIRI
Pengkhotbah memang lebih dari biasa pandai berbicara dan
semua saja, tetapi juga semua, mencucurkan airmata. Namun
tidak sungguh semua, sebab di bangku depan, ada seorang pria
memandang lurus ke depan, tidak tersentuh oleh khotbah.
Setelah selesai kebaktian, ada orang bertanya "Anda
mendengar khotbahnya, bukan?"
"Tentu saja" kata pria tadi kaku. "Aku tidak tuli!"
"Bagaimana pendapat anda?"
"Kupikir, bagiku mengharukan, aku bisa menangis."
"Dan mengapa, kalau boleh tanya, anda tidak menangis."
"Karena" kata pria tadi. "Aku tidak termasuk paroki ini."
(DOA SANG KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)
|
|
|
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota |